A.Kajian Budaya Jawa maksudnya penyelidikan atau penelitian sexara mendalam tergadap budaya yang merupakan kebiasaan dan selalu dilakukan oleh manusia atau masyarakat Jawa.
Konsepsi tentang manusia sebagai satu-satunya organism yang merupakan makhluk pembentuk kebugayaan, mengakui bahwa kebudayaan bersifat universal dan atribut dari semua manusia.
B. Masalah Kebudayaan
Pengertian “kebudayaan” banyak ragamnya lebih dari 150 definisi. Pengertian kebudayaan awalnya dari kata yunani “cplore, culture” dalam bahasa inggris disebut culture(kebudayaan)
Definisi kebudayaan yang telah diutarakan para pakar adalah
1. Clifford Geertz
Greetz berpendapat bahwa kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini kebenarannya oleh orang yang bersangkutan dan diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi emosi manusia serta menjadi sumber bagi system penilaian sesuatu yang baik dan buruk
2. Koentjaraningrat berpendapat bahwa budaya berasal dari kata buddhayah (sanskerta) nemtuk jamak dari buddhi ,budi/akal. Jadi kebudayaan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.
3. Zaetmulder berpendapat bahwa kebudayaan merupakan perkembangan dari majemuk budi-daya artinya dari budi, kekuatan dari akal
4. Haryanti Soenadio menjelaskan kebudayaan merupakan sisitim nilai dan gagasan utama sebagai hakikat kebudayaan terwujud dalam tiga system budaya yaitu: system ideology, social, dan system teknologi.
5. Budiono Herisatoto
Budiono berpendapat kebudayaan bersal dari budi dan daya. Jadi budaya berarti kekuatan batin dalam daya upayanya menuju kebaikan/kesadaran batin menuju kebaikan. Manusia merupakan makhluk berbudaya bahwa kebudayaan merupakan ukuran dalam hidup dan tingkah laku manusia.
6. Rhe Liang Gie
Kebudayaan diartikan dalam konsep humanistic: budaya “sebagai sesuatu yang membuat lebih bernilai untik ditempuh”
C. Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan mencangkup 3 hal yaitu:
1. Sesuatu yang komplek dari ide-ide, gagasan-gagasan , nilai-nilai,
2. Akrivutas kelauan berpola dalam masyarakat -> system social masyarakat.
3. Hasil karya manusia-> bentuk fisik (benda-benda, bangunan)
D. Isi Kebudayaan
Isi kebudayaan amat komplek dan mencakup berbagai keadaan dan kebutuhan masyarakat, bauk masyarakat tradisional maupun modern yang mencakup masalah
a. Sistem religi dan upacara keagamaan
b. Sistem dan organisasi kemasyarakatan
c. Sistem pengetahuan
d. Bahasa dan sastra
e. Kesenian
f. Sisitem mata pencaharian hidup
g. Sistem teknologi dan peralatan
Sistem merupakan unsure yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk suatu loyalitas(susunan yang teratur dari pandangan: teori,cara,metode)
E. Suku Bangsa Jawa
Orang-orang yang secara turun menurun memahami adat istiadat Jawa, menggunakan bahasa Jawa dengan berbagai dialeknya dalam kehidupan sehari-hari; bertempat tinggal di Jawa Tengah
F. Wilayah Budaya Jawa
1. Derah Jawa Barat/ Tanah Apasundan(sebelah barat sungai Cilosari dan Cytandu) suku bangsa sunda
2. Daerah Jawa Tengah dan JAWA Timur( sebelah timur kedua sungai di atasà tanah Jawa meliputi: daerah Banyumas, Kudus, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang, Kediri
3. Daerah pesisir dan ujung Timur
Melipuri: Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kudus, Demak, Gresik, Surabaya, Madura
G. Kebudayaan jawa
Pancaran atau pengejawantahan budi manusia jawa yang mencakup kemauan, cita-cita, ide maupun semangat dalam mencapai kesejahteraan, keselamatan, dan lahir batin merupakan salah satu definisi dari kebudayaan jawa. Kedatangan kebudayaan Hindu di jawa melahirkan kebudayaan Hindu-Jawa. Kedatangan kebudayaan Islam di Jawa melahirkan kebudayaan Islam-Jawa. Kebudayaan jawa menjadi sinkretis meliputi unsur-unsur: Pra-Hindu (jawa asli), Hindu Jawa, Islam Jawa, dan Barat Jawa. Barangkali sangat kelihatandan jangan heran apabila manusia jawa sekarang ini cenderung materialistik karena pengaruh budaya barat. Dalam perkembangannya, kebudayaan jawa masih tetap seperti dasar kelahirannya.
Menurut pemikiran-pemikiran lama dapat dirumuskan:
a. Manusia jawa berkeyakinan kepada Sang Maha Pencipta, penyebab dari segala kehidupan.
b. Manusia jawa berkeyakinan bahasa manusia adalah bagian dari kodrat alam semesta (makro kosmos). Manusia dengan alam saling mempengaruhi. Tetapi manusia harus sanggup melawan kodrat alam sesuai dengan kehendak cita-cita agar hidup selamat baik di dunia maupun di akherat. Hasil dari perjuangan perlawanan terhadap kodrat alam tersebut berasal dari kemajuan dan kreativitas kebudayaan, sehingga terjalinlah keselarasan dan kebersamaan yang didasarkan pada saling hormat, saling tenggang rasa, saling mawas diri.
c. Manusia jawa rindu akan kondisi “tatatentremkertaraharja” yaitu suatu keadaan yang damai, sejahtera, aman, sentosa, berdasar pada “kautamaningngaurip” (keutamaan hidup) sehingga manusia jawa berkewajiban untuk “memayuhayuningbawono”.
Kitab-kitab yang menjadi kajian filsafat dan kebudayaan jawa, antara lain: karya-karya sastra Ranggawarsita, Sri Mangkunegara IV, Pakubuwono IV (tiga serangkai pujangga jawa). Juga beberapa contoh lakon wayang seperti Karno Tanding, Bimo Suci.
0 komentar:
Post a Comment